Sebabturun (asbabun nuzul) Surah Al Kahfi ayat 25. Dan mereka tinggal dalam gua mereka tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun (lagi). Ibnu Murdawaih mengetengahkan pula hadis yang lain melalui sahabat Ibnu Abbas r.a. yang menceritakan bahwa ketika ayat itu turun, yaitu firman-Nya, "Dan mereka tinggal dalam gua mereka selama tiga ratus
AsbabunNuzul Surat Al-Lahab. Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Shahihnya. Dari Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah SAW naik ke Bukit Shafa, mengumpulkan orang-orang Quraisy dan berkata kepada mereka: أَرَأَيْتُمْ لَوْ أَخْبَرْتُكُمْ أَنَّ الْعَدُوَّ يُصَبِّحُكُمْ أَوْ
Paraulama mengemukakan tentang Asbabun Nuzul surah surah Al-An'am ini diantaranya : ⇰AlAufi,Ikrimah, dan Ata telah meriwayatkan dari Ibnu Abba s, bahwa surat Al-An'am diturunkan di Mekah. Imam Tabrani mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Abdul Aziz, telah menceritakan kepada kami Hajjaj ibnu Minhal, telah menceritakan kepada kami
Surahini tergolong surah Makkiyah, yang terdiri atas 52 ayat. Dinamakan Al Qalam' yang berarti pena di ambil dari kata Al Qalam yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Surat ini dinamai pula dengan surat Nun (huruf nun) diambil dari perkataan ''Nun'' yang terdapat pada ayat 1 surat ini. Nomor Surah.
.
Alquran sebagai salah satu pedoman untuk menjalankan kehidupan bagi umat muslim, di dalamnya terdapat berbagai surat yang mengatur bagaimana menjalankan kehidupan baik yang hubungannya dengan sesama manusia maupun hubungannya dengan Allah SWT. Salah satunya adalah Surat Al-Ala yang merupakan surat ke 87 dalam surat yang ada di dalam Alquran pasti memiliki asbabun nuzul. Asbabun nuzul sendiri merupakan sebab turunnya suatu surat atau peristiwa yang melatarbelakangi turunya surat tersebut. Dengan adanya asbabun nuzul ini akan mempermudah kita dalam memahami tafsir dan makna dari surat Nuzul Surat Al-Ala dalam AlquranSurat Al-Ala sendiri merupakan surat ke 87 yang terdiri dari 19 ayat. Surat ini turun setelah surat At-Takawir, di mana surat ini merupakan wahyu ketujuh yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW. Menurut Prof Dr. M. Quraish Shihab dalam tafsir Al Misbah surat Al-Ala adalah salah satu surat yang paling disukai atau paling sering dibaca oleh Nabi Muhammad nuzul dari surat Al-Ala sebagaimana disebutkan dalam suatu Riwayat dari At-Thabrani yang bersumber dari Ibnu Abbas menyebutkan bahwa setiap kali Nabi Muhammad menerima wahyu dari malaikat Jibril, Nabi Muhammad SAW selalu membaca wahyu tersebut berulang-ulang dikarenakan beliau khawatir jika wahyu tersebut terlupakan. Dikarenakan hal tersebut Allah SWT menurunkan surat Al-Ala ayat 6 yang memiliki arti “kami akan membacakan Al-Qur’an kepadamu Muhammad sehingga engkau tidak akan lupa”.Surat Al-Ala sendiri memiliki kandungan mengenai penyucian Allah dan penetapan keesaan-Nya serta kuasa-Nya mencipta serta memberi tuntunan wahyu kepada para nabi. Hal ini untuk menuntun manusia menuju jalan yang Surat Al-AlaSurat Al-Ala juga memiliki beberapa keutamaan, di antaranya adalah surat yang dicintai oleh Rasulullah SAW. Surat ini juga sering dibaca oleh Rasulullah SAW terutama saat sholat witir terutama pada rakaat pertama seperti yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, Abu Dawud, Ibnu Abbas, dan At-Tirmidzi. Keutamaan lainnya adalah sering dibaca oleh Nabi Muhammad SAW saat sholat ied dan sholat jumat seperti yang diriwayatkan oleh adalah asbabun nuzul dan beberapa keutaman surat Al-Ala semoga informasi ini bermanfaat untuk kalian semua.
68. QS. Al-Qalam Pena 52 ayat بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ نٓ ۚ وَالۡقَلَمِ وَمَا يَسۡطُرُوۡنَۙ Nuun; walqalami wa maa yasturuun 1. Nun. Demi pena dan apa yang mereka tuliskan, مَاۤ اَنۡتَ بِـنِعۡمَةِ رَبِّكَ بِمَجۡنُوۡنٍۚ Maa anta bini'mati Rabbika bimajnuun 2. dengan karunia Tuhanmu engkau Muhammad bukanlah orang gila. وَاِنَّ لَڪَ لَاَجۡرًا غَيۡرَ مَمۡنُوۡنٍۚ Wa inna laka la ajran ghaira mamnuun 3. Dan sesungguhnya engkau pasti mendapat pahala yang besar yang tidak putus-putusnya. وَاِنَّكَ لَعَلٰى خُلُقٍ عَظِيۡمٍ Wa innaka la'alaa khuluqin 'aziim 4. Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur. فَسَتُبۡصِرُ وَيُبۡصِرُوۡنَۙ Fasatubsiru wa yubsiruun 5. Maka kelak engkau akan melihat dan mereka orang-orang kafir pun akan melihat, بِاَيِّٮكُمُ الۡمَفۡتُوۡنُ Bi ayyikumul maftuun 6. siapa di antara kamu yang gila? اِنَّ رَبَّكَ هُوَ اَعۡلَمُ بِمَنۡ ضَلَّ عَنۡ سَبِيۡلِهٖ ۖ وَهُوَ اَعۡلَمُ بِالۡمُهۡتَدِيۡنَ Innaa Rabbaka Huwa a'lamu biman dalla 'an sabiilihii wa Huwa a'lamu bilmuhtadiin 7. Sungguh, Tuhanmu, Dialah yang paling mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya; dan Dialah yang paling mengetahui siapa orang yang mendapat petunjuk. فَلَا تُطِعِ الۡمُكَذِّبِيۡنَ Falaa tuti'il mukazzibiin 8. Maka janganlah engkau patuhi orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah. وَدُّوۡا لَوۡ تُدۡهِنُ فَيُدۡهِنُوۡنَ Wadduu law tudhinu fa-yudhinuun 9. Mereka menginginkan agar engkau bersikap lunak maka mereka bersikap lunak pula. وَلَا تُطِعۡ كُلَّ حَلَّافٍ مَّهِيۡنٍۙ Wa laa tuti' kulla hallaa fim mahiin 10. Dan janganlah engkau patuhi setiap orang yang suka bersumpah dan suka menghina, هَمَّازٍ مَّشَّآءٍۢ بِنَمِيۡمٍۙ Hammaazim mash shaaa'im binamiim 11. suka mencela, yang kian ke mari menyebarkan fitnah, مَّنَّاعٍ لِّلۡخَيۡرِ مُعۡتَدٍ اَثِيۡمٍۙ Mannaa'il lilkhairi mu'tadin asiim 12. yang merintangi segala yang baik, yang melampaui batas dan banyak dosa, عُتُلٍّ ۢ بَعۡدَ ذٰلِكَ زَنِيۡمٍۙ 'Utullim ba'da zaalika zaniim 13. yang bertabiat kasar, selain itu juga terkenal kejahatannya, اَنۡ كَانَ ذَا مَالٍ وَّبَنِيۡنَؕ An kaana zaa maalinw-wa baniin 14. karena dia kaya dan banyak anak. اِذَا تُتۡلٰى عَلَيۡهِ اٰيٰتُنَا قَالَ اَسَاطِيۡرُ الۡاَوَّلِيۡنَ Izaa tutlaa 'alaihi aayaatunaa qoola asaatiirul awwaliin 15. Apabila ayat-ayat Kami dibacakan kepadanya, dia berkata, "Ini adalah dongeng-dongeng orang dahulu." سَنَسِمُهٗ عَلَى الۡخُـرۡطُوۡمِ Sanasimuhuu 'alal khurtuum 16. Kelak dia akan Kami beri tanda pada belalainya. اِنَّا بَلَوۡنٰهُمۡ كَمَا بَلَوۡنَاۤ اَصۡحٰبَ الۡجَـنَّةِ ۚ اِذۡ اَقۡسَمُوۡا لَيَصۡرِمُنَّهَا مُصۡبِحِيۡنَۙ Innaa balawnaahum kamaa balawnaaa As-haabal jannati iz 'aqsamuu la-yasri munnahaa musbihiin 17. Sungguh, Kami telah menguji mereka orang musyrik Mekah sebagaimana Kami telah menguji pemilik-pemilik kebun, ketika mereka bersumpah pasti akan memetik hasilnya pada pagi hari, وَلَا يَسۡتَثۡنُوۡنَ Wa laa yastasnuun 18. tetapi mereka tidak menyisihkan dengan mengucapkan, "Insya Allah". فَطَافَ عَلَيۡهَا طَآٮِٕفٌ مِّنۡ رَّبِّكَ وَهُمۡ نَآٮِٕمُوۡنَ Fataafa 'alaihaa taaa'i fum mir rabbika wa hum naaa'imuun 19. Lalu kebun itu ditimpa bencana yang datang dari Tuhanmu ketika mereka sedang tidur. فَاَصۡبَحَتۡ كَالصَّرِيۡمِۙ Fa asbahat kassariim 20. Maka jadilah kebun itu hitam seperti malam yang gelap gulita,
"Engkau Wahai Muhammad dengan sebab nikmat pemberian Tuhanmu bukanlah seorang gila sebagaimana yang dituduh oleh kaum musyrik, bahkan engkau adalah seorang yang bijaksana." Surah al Qalam 68 2 Terdapat suatu riwayat yang mengemukakan bahawa kaum kafir Quraisy telah menuduh Nabi Muhammad sebagai orang gila bahkan sebagai syaitan. Dengan demikian turunlah ayat ini sebagai bantahan akan ucapan mereka itu. Diriwayatkan oleh Ibnu Munzir dari Ibnu Juraij "Dan bahawa sesungguhnya engkau mempunyai akhlak yang sangat-sangat mulia." Surah al Qalam 684 Riwayat lain ada menyatakan bahawa tiada siapa yang dapat menandingi akhlak Rasulullah Apabila seseorang memanggilnya sama ada sahabat, keluarga atau isi rumahnya, baginda selalu menyahut dengan ucapan "Labbak." Ayat tersebut turun bagi menjelaskan bahawa Rasulullah memiliki akhlak yang terpuji. Diriwayatkan oleh Abu Nairn di dalam kitab ad Dalail dan al Wahidi dari Aisyah "Dan janganlah engkau berkisar dari pendirianmu yang benar, dan jangan menurut kemahuan orang yang selalu bersumpah, lagi yang hina pendapatnya dan amalannya." Surah al Qalam 6810 "Yang suka mencaci, lagi yang suka menyebarkan fitnah hasutan untuk memecah belahkan orang ramai." Surah al Qalam 68 11 "Yang sangat-sangat menghalangi amalan-amalan kebajikan, agama, lagi yang sangat-sangat berdosa." Surah al Qalam 6812 "Yang jahat kejam, yang selain itu tidak tentu pula bapanya." Surah al Qalam 6813 Dalam suatu riwayat, dikemukakan bahawa ayat ini Surah al Qalam 6810 turun berkenaan dengan al Akhnas bin Syariq iaitu seorang lelaki yang selalu menyebar luaskan api permusuhan. K. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari as Suddi Diriwayatkan pula oleh Ibnu Munzirdari al Kalbi Dalam riwayat lain pula, dikemukakan bahawa ayat tersebut turun berkenaan dengan seorang lelaki lain yang bernama al Aswad bin Abdi Yaghuts yang amat terkenal dengan kejahatannya. Diriwayatkan pula oleh Ibnu Abi Hatim dari Mujahid Riwayat seterusnya mengemukakan bahawa ketika turun ayat "wala tuthi' kulla hallafin mahin - hammazin masysyain binamim." Kaum Mukminin tidak mengetahui apa yang dimaksudkan dengan ayat tersebut. Maka, turunlah ayat selanjutnya Surah al Qalam 6813, sehingga mereka tahu siapa sebenarnya orang yang dimaksudkan itu kerana orang itu mempunyai tanda sebagaimana tanda yang ada pada binatang ternak. K. Diriwayatkan oleh Ibnu Jarirdari Ibnu Abbas "Sesungguhnya Kami telah timpakan mereka dengan bala bencana, sebagaimana Kami timpakan tuan-tuan punya kebun dari kaum yang telah lalu, ketika orang-orang itu bersumpah, bahawa mereka akan memetik buah-buah kebun itu pada esok pagi." Surah al Qalam 68 17 Tentang ayat ini pula, terdapat suatu riwayat yang menyatakan bahawa Abu Jahal telah berkata semasa perang Badar "Tangkaplah mereka dan ikat dengan tali tetapi jangan dibunuh." Oleh yang demikian turunlah ayat ini yang menjelaskan bahawa maksud Abu Jahal itu tidak akan tercapai sebagaimana orang yang berhasrat untuk memetik hasil tanamannya di kebun, tetapi hasratnya itu tidak tercapai kerana pada keesokan harinya didapati bahawa seluruh isi kebunnya sudah musnah. K. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Juraij
asbabun nuzul surat al qalam